Riau Book - Upaya Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Pekanbaru terus dilakukan.
Salah satunya dengan menumbuhkan minat baca di setiap masyarakat khususnya para pelajar. Karena buku adalah gudang ilmu.
Wujud nyata dari upaya tersebut dicanangkannya program "literasi" bagi semua sekolah yang ada di Pekanbaru, beberapa waktu lalu oleh Walikota Pekanbaru, Firdaus.
Pencanangan program "literasi" bagi semua sekolah dan jenjang pendidikan di wilayah tersebut dibuka Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, dengan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara perwakilan Kepala Sekolah dengan Pemko Pekanbaru bertempat di SMPN 12 Jalan H. Guru Sulaiman No 37, Pekanbaru, beberapa pekan lalu.
Firdaus menyebutkan, pencanangan literasi ini untuk menumbuhkan minat baca bagi semua murid sekolah di wilayah tersebut, yang semakin dalam rangka mencerdaskan Sumber Daya Manusia.
"Hal ini positif, sebagai upaya membudayakan minat baca dan memahami makna bacaan bagi anak-anak sekolah," ungkap Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, usai
Firdaus menjelaskan, program literasi mulai tahun 2016 harus di gerakkan oleh semua sekolah di Pekanbaru oleh tenaga pendidik.
"Mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi harus ditumbuhkan minat bacanya," ujar Firdaus.
Karena dengan banyak membaca, maka generasi muda bangsa dapat menambah ilmu, serta memiliki kemampuan memahami permasalahan, hingga menyelesaikannya.
Literasi disini, bukan hanya membaca saja, akan tetapi sudah satu paket dengan pemahaman isi bacaan, menganalisa dan menyelesaikannya.
Karena itu Disdik dan Perpustaakaan sebut Firdaus sangat berperan untuk mensukseskan program ini.
Dengan keberadaan buku bacaan yang ada juga upaya penambahannya diharapkan memaksimalkan keingin tahuan siswa terhadap suatu buku.
"Pembelajaran yang secara serentak perlu dilakukan oleh setiap sekolah dalam menumbuhkan minat baca disiswa," sarannya.
Firdaus menilai saat ini minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah. Artinya sangat minim minat baca dikalangan masyarakat khususnya tenaga didik dan murid membuat ketertinggalan dibidang SDM.
"Saya harapkan Disdik, BPA dan pihak sekolah meluncurkan inovasi baru guna meningkatkan minat baca anak-anak," tukasnya.
Kepala sekolah SDN 12, Yusra, menyebutkan pihaknya siap mendukung program pemerintah mencerdaskan bangsa menuju kota metropolitan madani.
Salah satu caranya mendorong minat baca anak didik, dengan ikut mensukseskan pencanangan literasi.
"Diharapkan sekolah kami jadi contoh. Saat ini sudah ada sumbangan 1.500 an buku yang kami kumpul," ujarnya.
Buku-buku ini merupakan hasil sumbangan semua pihak termasuk para orang tua murid.
Kepala BPA Pekanbaru, Nelfiyonna, ditempat yang sama membenarkan sudah merancang kerjasama dengan pihak sekolah dalam mensukseskan program literasi ini.
"Kami akui tahap awal akan sulit tetapi secara bergantian tim kami mensosialisasikan hal ini ke sekolah-sekolah," ujarnya.
Ia menambahkan pihak sekolah dan BPA sudah bekerjasama dalam hal mendidik setiap murid memiliki minat baca. Dengan cara mewajibkan setiap murid membaca sejumlah buku sesuai jenjang pendidikannya dalam setahun.
"Ini diharapkan menjadi pra syarat untuk murid memperoleh nilai plus dalam bidang study tertentu," bebernya mencontohkan.
Dengan demikan setidaknya upaya ini membuat para murid mulai membaca secara bertahap.
Berdayakan Pusteling ke Sekolah
Badan Perpustakaan dan Arsip (BPA) Kota Pekanbaru, mulai memberdayakan empat unit mobil pustaka keliling (pusteling) guna meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat dan sekolah.
"Kami bahkan sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Kementrian Agama dan UNRI beberapa waktu lalu," ungkap
Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Kota Pekanbaru, Nelfiyonna, Senin (25/1).
Nelfiyonna menjelaskan, selama ini seiring kemajuan teknologi ponsel, minat baca masyarakat khususnya pelajar Pekanbaru berkurang.
"Bahkan data survey mencatat secara nasional nilainya terendah diantara negara-negara Asean," ujarnya.
Karena itu sebut Nelfiyonna, Walikota Pekanbaru sudah memerintahkan BPA segera mensosialisasikan ke masyarakat khususnya kepada anak didik pentingnya membaca.
"Kami akan mendorong peran perpustakaan mendongkrak minat baca masyarakat umumnya dan generasi muda khususnya," urai Nelfiyonna.
Untuk itu pihaknya kini sudah membuat jadwal mobil pustaka keliling agar dapat menjambangi sekolah-sekolah khususnya yang berlokasi di pinggiran kota.
"Kami punya empat unit mobil pustaka keliling yang sudah di operasikan," bebernya.
Guna mengimbangi kemajuan teknologi yang tidak bisa terlepas dari pelajar, maka BPA juga memiliki inovasi program agar minat baca meningkat.
Diakuinya IT tidak bisa terlepas dari pengembangan pustaka. (Adv/humas)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…