TENG... Istana seperti mengetuk lonceng peringatan bagi Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang segera melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakesnas) pada 15-17 Juni 2022 di Jakarta.
'Lonceng' itu adalah kabar soal perombakan kabinet (reshuffle) sejumlah menteri yang dianggap bermasalah dan tidak becus dalam mengemban jabatan.
Namun muncul spekulasi, mengapa 'lonceng' itu dibunyikan bertepatan dengan jadwal Rakernas NasDem?
Untuk diketahui, saat ini dalam Kabinet Indonesia Maju terdapat tiga menteri milik NasDem.
Tiga kader Partai NasDem yang dipercaya Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin sebagai menteri adalah Syahrul Yasin Limpo, Johnny G Plate dan Siti Nurbaya Bakar.
Syahrul Yasin Limpo
Syahrul Yasin Limpo dilantik jadi Menteri Pertanian sejak Oktober 2019.
Karier politiknya dan sebagai birokrat dimulai dari bawah. Dia pernah menjadi lurah, camat dan bupati.
Sebelum bergabung ke Partai NasDem, Yasin Limpo menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan dua periode sejak April 2008 hingga 8 April 2018.
Pengamat politik Karyono Wibowo sebelumnya menilai kinerja Mentan Syahrul Yasin Limpo sejauh ini masih belum terlihat.
Menurut Karyono, kondisi itu yang membuat Syahrul Yasin Limpo layak untuk direshuffle.
"Ini kan memerlukan satu kemampuan kinerja menteri yang luar biasa, karena itu beberapa menteri yang kurang bagus misalnya menteri pertanian bisa juga di-reshuffle," kata Karyono seperti dilansir dari VOI.
Karyono menilai, peran menteri pertanian sangat penting khususnya membuat sektor pangan menjadi strategis.
"Ini bagaimana harus punya menteri yang bisa mewujudkan kedaulatan bidang pertanian sehingga kita memiliki ketahanan pangan, tidak impor. Lalu komoditas pertanian harus surplus minimal tidak impor ini penting. Jadi menteri bukan sekedar hanya ganti menteri tidak ada progres sami mawon (sama saja, red) tetap impor," jelas dia.
Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan juga sempat menyinggung kinerja Mentan yang masih mengimpor bahan-bahan kebutuhan pokok.
Johnny G Plate
Johnny G. Plate resmi ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika di Kabinet Indonesia Maju.
Sebelum menjadi Menteri, Johnny G Plate dikenal sebagai Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
Sebelum terjun ke dunia politik dan menjadi Menteri, pria kelahiran Ruteng Manggarai, Flores pada 10 September 1956 silam ini adalah seorang pengusaha di bidang pertanian hingga transportasi penerbangan.
Pengamat politik Sam Darma Putra Ginting alias Sammy Notaslimboy menilai Menteri Komunikasi dan Informastika Johnny G Plate pantas direshuffle.
Dirinya juga menilai kinerja Menkominfo sangat buruk karena banyak sekali keamanan data yang mudah ditembus oleh para peretas.
Dia mengatakan unit kerja di Kemkominfo terbukti tidak bisa menjaga keamanana data yang menjadi tanggung jawab instansi pemerintah tersebut.
Siti Nurbaya Bakar
Siti Nurbaya Bakar adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Kabinet Kerja 2014 - 2019.
Pada 23 Oktober 2019 Siti dipilih kembali mengemban tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.
Siti adalah satu-satunya menteri dari NasDem yang sejauh ini terhindar dari isu reshuffle mengingat kinerjanya juga dianggap baik selama mengemban tugas sebagai Menteri LHK.
Bagi Menteri Siti, reshuffle bisa dikaitkan dengan teori keagenan dalam sistem ekonomi. Dua pihak, prinsipal-agen yang dikaitkan dengan hubungan presiden-menteri untuk mengatur delegasi tugas yang diharapkan.
"Dalam ekonomi, pemegang saham atau prinsipal kalau dia mau berhasil baik, dia tunjuk agen-agen untuk mencapai sasaran kerja yang dia pikirkan dan cara kerja yang menurut pemikiran dia," kata Siti.
'Lonceng' Peringatan
Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju beberapa kali sempat dihembuskan, namun kali ini menjelang Rakesnas NasDem 15-17 Juni, 'anginnya' terasa lebih kencang.
Presiden Jokowi melarang seluruh menteri untuk berpergian ke luar negeri, hal itu dianggap sebagai sinyal kuat adanya perombakan kabinet.
NasDem sebagai partai koalisi yang mendukung Jokowi tentu tidak menginginkan kursi menteri yang telah terisi digantikan oleh koalisi dari partai lain.
Namun spekulasi muncul, hasil Rakernas NasDem dianggap sebagai kunci keselamatan tiga menteri tersebut.
Capres yang diusung Surya Paloh bisa menjadi penentu munculnya arus baru atau tetap berada di bawah arus 'komando' Indonesia Maju.
LBP atau Airlangga
Selain menjadi pertanda peringatan bagi NasDem, kabar reshuffle besok juga merupakan 'lonceng' peringatan bagi para pembantu Jokowi yang selama ini memberi pengaruh besar.
Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang selama ini menjadi 'panser' politik Jokowi menjadi 'juru kunci' baik dan buruk hubungan Presiden bersama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Jika LBP benar dilengserkan dari jabatan Menko Marives, maka Jokowi telah membuka pintu untuk Megawati kembali dalam koalisi jelang Pilpres 2024.
Namun jika LBP kembali dipertahankan, bisa jadi itu sinyal 'perang' Jokowi 'versus' Megawati akan terus berlanjut.
Ketum Airlangga Hartarto dikabarkan juga masuk dalam nominasi salah satu menteri yang rentan kena reshuffle.
Menko Perekonomian itu dianggap telah melalaikan tugas pokok sebagai menteri dan justru melakukan kampanye-kampanye sebagai Capres 2024.
Pascapencopotan sebagai menteri, bisa jadi Airlangga akan menguatkan koalisi bersama PAN dan PPP lewat arus baru yang dia bentuk.
Namun hal itu tidak mudah jika LBP masih menjadi 'panser' politik yang tentu akan memberi pengaruh buruk untuk posisi Airlangga di 'beringin'.
Lihat saja!
Oleh Fazar Muhardi




Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…