RIAUBOOK.COM - PT Nusa Wana Raya (NWR) menggelar jumpa pers dengan mengundang puluhan wartawan terkait penganiayaan seorang jurnalis MNC Media Indra Yoserizal saat peliputan bentrok security perusahaan dengan masyarakat di Desa Gondai, Kecamatan Langgam, Pelalawan, Riau, beberapa hari lalu.
Dalam temu pers, Senin (10/2/2020) di Pekanbaru, Hadi selaku humas PT NWR mengundang Indra Yoserizal dan kerabatnya Toni Hidayat yang merupakan tokoh pers Riau.
"Secara pribadi dan perusahaan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Indra dan pihak keluarga, serta rekan-rekan pers di mana pun berada," kata Hadi.
Ketika itu, Hadi memboyong pimpinan security yang turut memohon maaf atas insiden penganiayaan yang menimpa jurnalis MNC Media.
"Kami mohon maaf kepada Indra dan teman-teman wartawan atas kejadian ini," kata dia.
Sementara itu Toni Hidayat selaku pihak keluarga Indra Yoserizal mengatakan pihaknya menuntut tiga poin kepada PT NWR.
"Pertama kami meminta atau menuntut agar pihak perusahaan melakukan penyelidikan secara internal dan jangan mengabaikan orang yang sudah melakukan tindakan kriminal," kata Toni.
Yang kedua, lanjut Toni, pihaknya meminta perusahaan untuk melakukan permohonan maaf secara luas, tidak hanya kepada Indra, namun juga kepada seluruh wartawan.
"Persoalan sebenarnya ada di situ, jangan sampai persoalan ini dianggap sepele dan diabaikan, tapi profesi ini harus sama-sama kita junjung tinggi karena sudah ada payung hukumnya," kata Toni.
Kemudian yang ketiga, demikian Toni, pihak NWR juga harus bertanggungjawab atas perlakuan petugas keamanan yang telah menganiaya dan merusak kamera milik Indra.
"Perusahaan harus menanggung biaya pengobatan serta mengganti kamera yang dirusak," kata dia.
Polisi Usut Tuntas
Sebelumnya Komite Keselamatan Jurnalis mendesak Polda Riau untuk mengusut secara tuntas kasus penganiayaan yang dialami Indra tersebut.
Salah satu perwakilan Komite Keselamatan Jurnalis, Sasmito Madrim mengatakan, pihaknya berharap agar pelaku dapat diproses hukum sesuai undang-undang yang berlaku.
Komite Keselamatan Jurnalis juga meminta NWR agar mengembalikan kamera Indra dengan utuh, lengkap dengan isi rekaman peristiwa penganiayaan sejumlah warga saat insiden bentrok di Desa Gondai.
Ditanya mengenai pengembalian kamera Indra secara utuh, Hadi mengakui pihaknya akan perupaya lewat investigas internal.
Sementara mengenai permohonan maaf hingga ke Komite Keselamatan Jurnalis, Hadi mengakui hal itu cukuo secara kekeluargaan saja.
"Sesuai dengan pembahasan kami secara kekeluargaan, dan ada poin-poin yang akan kami laksanakan," katanya.
Isi Kamera Indra
Peristiwa pengeroyokan petugas keamanan PT Nusa Wana Raya (NWR) terhadap wartawan MNC Media Indra Yoserizal pada Rabu (5/2/2020) di Desa Gondai, Kecmatan Langgam, Pelalawan, Riau, telah mencemari demokrasi.
Dalam keterangannya kepada media, Indra mengungkap kejadian yang menimpanya berlangsung begitu cepat.
"Saat itu saya dengan beberapa wartawan nasional lainnya baru saja tiba di lokasi ricuh antara masyarakat dengan aparat keamanan NWR. Tiba-tiba kedua kubu masyarakat dan petugas keamanan NWR sedang bersitegang, saling lempar," kata Indra.
Beberapa saat kemudian, lanjut dia, ratusan petugas keamanan NWR mengejar puluhan warga dan memukuli mereka dengan tongkat.
Petugas perusahaan itu juga melempari masyarakat yang tidak melakukan perlawanan, beberapa orang warga yang sedang lewat juga menjadi sasaran.
"Melihat kejadian itu, saya berinisiatif merekamnya. Namun tiba-tiba datang seorang petugas NWR yang memukul kamera saya dan merampasnya," kata Indra.
Tidak sampai disitu, Indra menuturkan dirinya juga sempat dianiaya oleh sekitar sepuluh orang petugas NWR hingga kepala, tangan dan kakinya mengalami luka.
"Waktu itu padahal saya sudah memberi tahu bahwa saya adalah wartawan, tapi mereka tidak peduli," kata Indra.
Selain dianiaya, Indra mengakui sempat diseret petugas NWR dan disekap serta diintrogasi.
"Saya diperlakukan seperti penjahat, seperti binatang," kata Indra.
Saat kejadian itu, Indra bersama sejumlah rekannya dari MetroTV, Rajawali TV dan TVRI.
Ketika itu, Fitra (Metro TV), Irwan (TVRI) dan Yusri (Rajawali TV) berhasil menyelamatkan diri dari amukan dan kejaran ratusan petugas keamanan NWR.
"Bang Indra disekap," kata Yusri di lokasi ricuh.
Yusri menggambarkan peristiwa ketika itu mencekam, puluhan masyarakat berhamburan dipukili petugas NWR berpakai seragam biru pekat dan peralatan langkap dengan tameng.
Selain menganiaya masyarakat dan wartawan, petugas NWR juga merusak sejumlah kendaraan sepeda motor milik warga.
Akibat peristiwa itu, lebih dari sepuluh orang masyarakat Gondai mengalami luka, beberapa bahkan luka serius.
Aparat kepolisian baru tiba di lokasi kerusuhan setelah berjatuhannya korban, untuk kemudian mengamankan wartawan MNC Media Indra dari kerumunan security NWR. (rb)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…