RIAUBOOK.COM - Pemerintah Provinsi Riau masih harus menggesa pemenuhan Ratio Elektifikasi (RE) sebesar 4,08 persen agar seluruh desa/kelurahan di wilayah setempat teraliri listrik.
Sampai dengan Desember 2018, RE di Riau baru menyentuh angka 95,92 persen, dari 1.859 desa yang ada masih terdapat 74 desa/kelurahan belum teraliri listrik.
Indragiri Hilir menjadi kabupaten dengan capaian RE terendah dibanding 11 kabupaten/kota lainnya. RE daerah penghasil kelapa terbesar di Riau tersebut masih berada pada angka 77,64 persen dari total 236 desa/kelurahan yang ada, sejauh ini kabupaten/kota yang telah memenuhi RE 100 persen adalah Dumai, Kuansing dan Pekanbaru.
"Kebutuhan energi listrik di Provinsi Riau semakin tinggi seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan sektor industri," kata Gubernur Riau Syamsuar, Kamis (28/3/2019) di Pekanbaru.
Menaggapi hal ini, Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Riau Indra Agus Lukman mengatakan, upaya pemenuhan RE di "Bumi Lancang Kuning" khususnya daerah-daerah pesisir terkendala dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau.
"Untuk memasukkan tiang listrik saja harus lewat sungai, tiang-tiang beton itu diikat dengan drum kosong baru ditarik di dalam air. Itupun kalau air pasang. Kalau air surut, terpaksalah istirahat dulu, nunggu air pasang. Begitulah kondisinya karena memang terhambat masalah geografis saja," ujar Indra.
Indra menambahkan, dalam waktu dekat, 30 desa/kelurahan dari 74 desa/kelurahan yang belum teraliri listrik di wilayah setempat akan akan dialiri listik.
"Insyaallah Pak Gubernur akan meresmikannya dalam waktu dekat, kita upayakan segera menyusul 44 desa lagi," ujar Indra. (RB/Dwi)


Golkar Riau Akan Dipimpin Seorang Pejuang, Bukan Petarung
Goresan; Nofri Andri Yulan, S.Pi (Generasi Muda Partai Golkar)1. PI (Parisman Ikhwan) didukung penuh oleh Ketua DPD I Partai Golkar…