RIAUBOOK.COM - Pemerintah Provinsi Riau bersama seluruh stakeholder terkait tengah bersiap untuk memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahap II, hal itu disampaikan langsung Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edward Sanger, Senin (21/5/2018) di Kantor Gunernur Riau.
"Setelah kita siaga darurat terhitung dari Bulan Februari sampai dengan 31Mei yang akan datang, dari korsinasi kita dengan BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika), insyaallah pada tanggal 28 ini kita akan melakukan rapat kordinasi kembali dengan stakeholder terkait dalam rangka perpanjangan status siaga darurat Karhutla Provinsi Riau untuk tahap II," Kata Edward.
Perpanjangan status siaga dilakukan untuk mengantisipasi musim kemarau yang mulai masuk pada bulan Mei 2018,serta untuk mengamankan pemyelenggaraan Asian Games 2018 dari bencama asap.
"Dengan masuknya musim kemarau pada bulan Mei ini, kita sudah langsung mengantisipasi siaga darurat tersebut, sehingga nanti Riau sebagai salah satu provinsi penyanggah Asian Games bisa ikut berpartisipasi dalam pengamanan Asian Games 2018 ini," Edward menuturkan.
Kata dia, pihaknya akan melakukan kordinasi dan evaluasi terlebih dahulu terkait masa perpanjangan status Siaga Karhutla tahap II.
"Tahap kedua kita kordinasikan dulu, karena nanti tanggal 25 Mei kita akan melakulan evaluasi di Posko dengan Pak Danrem, melakukan evaluasi kira-kira sampai kapan, tapi biasanya itu sampai dengan Bulan November, karena musim kemarau ini biasanya berakhir di Bulan Oktober akhir, sampai pertengahan November," kata Edward.
Lebih lanjut Edward mengatakan, kesiapan peralatan untuk mendukung upaya pencegahan Kahutla tersebut sudah memadai.
"Helikopter juga sudah dikirim oleh BNPB, ada dua unit Kamov, satu unit Bel 430 dari BNPB, satu unit Bel 412 dari KLHK, dengan peralatan yang ada saat ini kita masih bisa menangani kebakaran hutan yang ada di Provinsi Riau"
Sampai dengan saat ini, dari pantauan BMKG setiap harinya masih terdapat titik hotspot di sejumlah daerah, namun masih bisa diantisipasi dengan pemadaman.
"Dari pantauan sejauh ini, setiap hari masih tetap ada, makanya kita melakulan Patroli terpadu setiap hari, kalau ada informasi dari BMKG, kita langsung melakukan patroli terpadu, jika ada titik-titik hotspot kita langsung melakukan antisipasi pemadaman, dari udara maupun dengan mengerahkan Tim yang ada di darat," demikian Edward. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…