Riau Book - Kalangan ibu rumah tangga di Desa Tambang, Kecamatan Tambang, Kampar, Riau, secara berkelompok bekerjasama untuk menjahit pakaian jadi demi tambahan memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
"Mereka rata-rata adalah alumi dari Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Bina Insan, Kubang Jaya, Siak Hulu," kata Kepala Desa Tambang, Ibrahim kepada pers yang berkunjung siang itu, Minggu (13/12).
Aktivitas menjahit di rumah sederhana pinggir jalan tidak jauh dari Pasar Danau Bengkuang itu sebelumnya menjadi perhatian Bupati Kampar Jefry Noer. "Beliau sudah sangat sering berkunjung ke kelompok menjahit di Tambang ini, walau kami baru membukanya sekitar dua bulan lalu," kata kades.
Kades Tambang, Ibrahim.
Ibrahim mengatakan, di kelompok menjahit Desa Tambang tersebut, sudah ada enam orang bu rumah tangga yang rutin menerima pesanan menjahit, bahkan hampir setiap hari selalu datang.
Selain itu, kata dia, juga ada beberapa gadis desa yang turut bergabung, juga merupakan alumni PKBM Kubang Jaya. Walau belum begitu terampil, namun keinginannya untuk bekerja sudah menjadi modal untuk siap maju.
Dia katakan, kalangan ibu rumah tangga Desa Tambang saat ini fokus menjahit seragam sekolah mulai dari SD hingga SMA. "Kami hanya menerima bahan yang telah dipotong-potong menjadi beberapa bagian, kemudian menyambungnya untuk menjadi pakaian siap atau jadi," katanya.
Dalam 25 hari kerja, lanjutnya, kelompok menjahit Desa Tambang berhasil menghasilkan 373 baji seragam sekolah. Hasil tersebut menurut dia sudha cukup memmuaskan, namun harus tetap ditingkatkan agar pendapatan yang diterima lebih basar lagi.
"Kalau sekarang masih bervariasi, berkisar Rp500 ribu per orang per bulan. Bagi seorang ibu rumah tangga, penghasilan sebesar itu sudah cukup untuk membantu suami memenuhi kebutuhan rumah tangga," katanya.
Walau demikian, kata kades, kelompok menjahit tetap harus disemangati agar mampu menghasilkan bakaian lebih banyak dan mendapatkan uang yang jauh lebih besar. "Ya, setidaknya harus dapat gaji lebih dari gaji seorang kades. Pasti bisa," katanya.
Di sudut kanan dalam ruangan berisikan 12 mesin jahit itu, ada seorang wanita yang begitu semangat bekerja. Dia tampak lebih gesit dibanding lima perempuan lainnya. Tangannya begitu cepat menyusun pakaian untuk diarahkan pada jarum yang tersambung oleh benang.
"Kalau ini Ibu Endang. Dia ketua menjahit di Desa Tambang ini," kata Ibrahim.
Endang menjadi wanita penggerak bagi kaum ibu rumah tangga lainnya untuk tidak hanya diam dan melakukan pekerjaan harian dalam rumah tangga.
"Saya yakin, selain memasak, menyapu dan mencuci, setiap wanita memiliki keahlian yang harus diasah dan diarahkan. Salah satunya menjahit. Inilah emansipasi, wanita jangan cuma mengerjakan tugas rumahan saja, tapi juga harus bisa membantu suami mencari penghasilan tambahan," kata Endang.
Sebelumnya Bupati Kampar Jefry Noer mengatakan, kegiatan PKBM dilaksanakan untuk mengasah keterampilan kalangan ibu rumah tangga dan wanita putus sekolah dalam hal jahit menjahit
"Jadi ke depan tidak ada lagi ibu-ibu di Kampar yang ketergantungan dengan suaminya, karena mereka sudah memiliki penghasilan sendiri lewat menjahit.. Kebiasaan ngerumpi juga hilang," kata Jefry.

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir PKBM Kampar telah mencetak lebih dari seribu orang kaum perempuan untuk menjadi penjahit yang andal. Sebagian besar juga telah diberikan mesin jahit agar kemudian bisa memproduksi pakaian di kelompok masing-masing yang ada di tiap desa.
Selain didistribusikan untuk kebutuhan seragam sekolah, lanjut Jefry, pakaian produksi PKBM Kampar juga dipasarkan ke sejumlah wilayah di Riau, bahkan hingga ke luar negeri.
Program pemberdayaan kaum ibu rumah tangga yang dilaksanakan Pemda Kampar sebelumnya juga telah menyedot perhatian sejumlah pihak, mulai elit politik hingga pejabat pemerintahan. Bahkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman sempat berkunjung ke Kampar untuk melihat langsung aktifitas tersebut.
Program Peningkatan EkonomiKetika berkunjung ke Kampar pertengahan November lalu, Irman Gusman menyatakan kagum atas berbagai program yang dijalankan Pemerintah Daerah Kampar, Riau. Salah satunya dengan membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Insan Mandiri di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu.
"Ini adalah program yang akan sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi," kata Irman Gusman dalam pidato sambutan saat berkunjung ke PKBM Bina Insan Mandiri yang berlokasi di Kompleks Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata.
Irman Gusman saat itu datang bersama senator lainnya yakni Maimanah Umar dan Gafar Usman. Keduanya merupakan anggota DPD RI asal Kampar, Riau.

"Hari ini ada yang berbeda dari saya dan teman-teman senator dan rombongan, kami mengenakan baju produksi khas Kampar. Baju ini tidak kalah hebat dengan merk Giordano yang merupakan produksi Hongkong. Baju merk ini yang biasa saya pakai, namun hari ini saya lebih pilih memakai baju produksi ibu-ibu Kampar," kata Irman Gusman.
Irman Gusman kembali mengatakan, tidak banyak pemerintah tingkat kabupaten di Indonesia yang mampu melaksanakan program nyata seperti yang dilakukan di Kampar.
"Makanya kemudian saya kagum dengan apa yang ada, apa yang dilaksanakan oleh Pemda Kampar. Apa yang dilakukan Bupati Jefry Noer ini adalah hal yang sangat langka, bagaimana ia mendedikasikan dirinya untuk masyarakat golongan bawah agar mandiri bahkan maju dan kemudian menjadi kaya," katanya.
Banyak masyarakat yang mungkin kesulitan untuk mandiri, bahkan mereka untuk bermimpi menjadi kayapun sulit. Di Kampar, lanjut Irman Gusman, justru kepala daerahnya membuatkan jalan melalui kegiatan atau program kemandirian ini.
"Tinggal bagaimana masyarakat yang dilatih ini memiliki keyakinan untuk kemudian mampu berhasil dan menjadi masyarakat yang mandiri, maju dan kaya," katanya. (RB/fzr)
IKUTI KABAR HOT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT, GRATIS



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…