RIAUBOOK.COM - Zul Arman, selaku Datuk Panglima Muda LSM Laskar Melayu Bersatu Riau,DPD Kabupaten Kepulauan Meranti menyebutkan, kejadian terpuruknya alat berat crane di tengah kota Selatpanjang jadi pelajaran berharga bagi semua pihak.
Tidak hanya pada satu pihak atau dua pihak saja, namun bagi semua pihak, terutama bagi kalangan pemerintah maupun rekanan.
Terkadang ada program bertujuan sangat baik, namun dibalik program tersebut tidak kita perkirakanakan menimbulkan persoalan baru. Tapi bukan berarti dalam menghadapi persoalan yang timbul tanpa disadari itu, lantas ada pihak yang harus disalahkan.
"Kami melihat persoalan terpuruknya crane di Jl.Diponegoro Selatpanjang yang terjadi sejak Jumat lalu, bahkan hingga saat ini belum teratasi, tidak perlu ada pihak yang harus dipersalahkan.
Dan jika ingin ada pihak yang harus dipersalahkan justru menurut hemat kami semua pihak memiliki kelemahan masing-masing,'ungkap Zul Arman, akrab disapa Pak Man itu kepadaRiaubook.com di Selatpanjang, usai mengikuti rapat dengar pendapat yang diadakan Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Senin pagi (13/11/17).
Menurut dia, program PLN yang berupaya untuk memberikan pelayanan prima bagi masyarakat Meranti dalam peningkatan ratio elektrifikasi (RE) itu, patut diacungi jempol.
Sebab bagaimanapun kebutuhan listrik dewasa ini, sudah sama dengan kebutuhan sembako. Artinya listrik dalam kehidupan masyarakat saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan primer.
Sehingga untuk menjawab tantangan peningkatan daya tersebut pemerintah pusat melalui rekanan mengirimkan mesin dengan kapasitas besar.
Pada posisi ini PLN Rayon Selatpanjang yang dinakhodai pak Annas dan juga PLN Area Dumai, wajib kita beri aplus,"sebut Arman.
Akan halnya pihak kontraktor yang membawa alat berat itu lanjut dia, tentu telah dengan kajian teknis yang mendalam. Sebab alat itu berada di atas ponton yang akan memindahkan mesin itu ke atas truck untuk dibawa ke PLTD.
Karena satu unit mesin itu lebih kurang bobot 20 Ton, maka dibawalah crane yang menjamin pada saat pemindahan mesin itu yang sama-sama berada di atas ponton tersebut untuk tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sehingga operasi trip pertama pengangkatan berbagai peralatan itu di atas truck berjalan lancar hingga sampai ke lokasi PLTD. Hanya saja saat hendak melakukan penjemputan untuk trip 2 itulah terjadi masalah.
Menurut Arman, sebagaimana penuturan Hariadi Kadis PU, saat kejadian karena alat berat tersebut sempat melambat bahkan berhenti. Sehingga beban 55 ton tersebut tebtu saja tidak dapat ditahan konstruksi jalan yang sebelumnya hanya sebagai jalan semenisasi yang belakangan dihotmix.
Kenapa harus melambat atau berhenti karena lalulintas saat itu padat. Apalagi lokasi anjloknya jalan itu persis dekat persimpangan,"ungkap Arman lagi.
Hal ini menjadi pelajaran berharga buat semua pihak, untuk tidak terjadi lagi hal seperti itu. Masyarakat berharap agar semua pihak terkait memposisikann diri sebagaimana mestinya,"tambah Arman yang juga selaku Ketua Pos Perjuangan Rakyat (POSPERA) Kabupaten Kepulauan Meranti itu. (RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…