RIAUBOOK.COM - Letak wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti yang berada di daerah pesisir dan dikelilingi lautan, tidak memiliki sumber air tawar yang bisa diandalkan menjadi konsumsi masyarakat. Hingga saat ini, salah satu bahan konsumsi air minum hanya mengandalkan air hujan belaka.
Tidak seperti daerah lain yang memiliki potensi sungai mengalir. Sehingga jika terjadi musim kemarau masyarakat masih dapat mencari air dari sungai tersebut.
Demikian diungkapkan Akian, warga Kecamatan Tebingtinggi Timur kepada RIAUBOOK.COM, Selasa (25/7/17).
Dijelaskannya, Meranti sejak dahulu kala memang tidak mengenal adanya sungai dengan air tawar. Walau banyak sungai yang terdapat di wilayah Meranti. Tapi umumnya sungai-sungai itu tidak lebih dari bagian aliran air atau arus laut yang tersempit hingga masuk ke pedalaman.
Jika musim pasang, maka sungai itu akan membawa air laut masuk kedaratan. Dan sebaliknya jika musim hujan maka genangan air dari pedalaman akan dibawa arus sungai tersebut ke laut. Selain itu, keberadaan sungai itu juga menjadi jalan keluar masuknya kendaraan air yang disesuaikan dengan masa pasang surut laut.
Itu artinya, keberadaan sungai di Meranti tidak memberikan arti yang sebenarnya di mana masyarakat dapat menikmati air tawar sepanjang masa dengan kehadiran sungai itu.
Tidak demikian situasi yang terjadi di Meranti. Sehingga selain tidak memiliki sumber air tawar, tanah Meranti juga tidak memiliki bahan galian c seperti tanah uruk, pasir maupun batu.
Satu-satunya andalan masyarakat untuk mendapatkan air minum hanyalah bergantung pada turunnya hujan.
"Nah dalam kondisi seperti saat ini, masyarakat sudah barang tentu semakin kesulitan mendapatkan air bersih. Sebab kemarau sudah berlangsung lebih dari dua minggu, maka ancaman kebakaran lahanpun akan semakin tinggi," ungkap Akian.
Warga ini berharap kepada pemerintah kabupaten maupun pemerintahan kecamatan agar mampu mengadakan pembangunan pengolahan air bersih untuk menutupi kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, kehidupan masyarakat desa yang selama ini senantiasa hanya mengandalkan turunnya hujan dari langit, membuat masyarakat kerap tersiksa. Sebab jika hujan turun tengah malam, maka warga pun harus terpaksa bangun untuk menampung air.
Padahal Indonesia yang sudah lama menikmati kemerdekaan itu, kiranya mampu mengatasi persoalan klasik yang dihadapi masyarakat terutama soal krisi air bersih tersebut.(RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…