RIAUBOOK.COM - Dimas Julianur Fazar, seorang penguji citarasa kopi berkelas dunia yang dimiliki Kota Pontianak ini baru saja menyabet peringkat ke-13 dunia dalam World Cup Taster Championship (WCTC), di Budapest, Hungaria, 13-15 Juni 2017.
"Alhamdulillah saat ini kita memiliki seorang penguji citarasa kopi berkelas dunia, yang bernama Dimas Juliannur Fajar," kata Edi Rusdi Kamtono, Wakil Wali Kota Pontianak, sebagaimana diberitakan Antaranews.com, Kamis (29/6/2017)
Edi menjelaskan, Dimas saat ini namanya sudah terkenal dan viral di media sosial, semenjak berhasil menjadi yang terbaik di ajang kompetisi Indonesia Cup Taster Championship (ICTC) beberapa waktu lalu, sehingga menjadi perbincangan hangat bagi para penikmat kopi ataupun barista di seluruh pelosok negeri.
Terlebih setelah mencatatkan namanya, menjadi satu-satunya penguji citarasa kopi atau Cup Taster asal Pontianak yang menjadi duta perwakilan Indonesia, dan berhasil menyabet peringkat ke-13 dunia dalam World Cup Taster Championship (WCTC), di Budapest, Hungaria, 13-15 Juni 2017.
"Kita sangat bangga, sebab penguji cita rasa kopi di Indonesia tidak banyak, dan Kota Pontianak kini sudah memilikinya, sehingga bisa memacu semangat UMKM di Kota Pontianak, untuk terus mengembangkan inovasi. Apalagi Pontianak punya Coffee Street di Jalan Gajahmada sehingga bisa meningkatkan pamor kopi yang ada di Pontianak," ujarnya.
Sementara itu, Dimas Juliannur Fajar yang juga pemilik Warung Kopi Segitiga Coffee, di Jalan Karya Baru, Pontianak, menceritakan bahwa awalnya dirinya hanya bermodalkan keberanian untuk mengikuti lomba kompetisi kopi dalam Indonesia Coffee Events (ICE) 2017 lewat penyisihan regional barat yang diikuti 137 peserta waktu itu.
"Alhamdulillah saya merebut juara pertama di ajang kompetisi ICTC dari ICE 2017 dengan total nilai 7/8, bersama catatan waktu tiga menit 50 detik, berhasil menebak rasa kopi berbeda yang disiapkan panitia, dan saat kompetisi nasional tidak saya sia-siakan dengan terus berlatih demi menjadi yang terbaik," ujarnya.
Menjadi perwakilan Indonesia, tidak membuat dirinya puas. Dirinya pun menerangkan terus meminta para mentor dan senior-seniornya misalnya dari Bali dan Jakarta untuk terus melatih dirinya
"Disana saya bersaing dengan kompetitor dari 42 negara, termasuk Gabriel Cspedes dari Costa Rica, juara WCTC dua tahun berturut-turut yang kembali bertanding untuk mempertahankan gelar. Dan saya berhasil membuktikan bahwa putra daerah bisa tampil, walaupun hanya meraih peringkat ke-13," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengaku sempat menurunkan berat badan dan merubah pola makan sebelum ikut serta dalam kompetisi itu.
"Latihannya menurunkan berat badan dulu, merubah pola makan, terus selanjutnya latihan terus atau hampir tiap hari, selama 1-2 bulan," katanya. (RB/yopi/ant)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…