RIAUBOOK.COM - Kehidupan ikan raksasa, hiu, mulai terancam, bahkan dilaporkan ratusan ekor terdampar setelah sebelumnya tiga mayat hiu putih mendarat di pantai Cape Barat, Afrika Selatan tanpa hati.
Namun, bila kematian tiga hiu tersebut disebabkan oleh sesama hewan, para pakar hiu berkata bahwa kematian ratusan hiu di San Fransisco secara tidak langsung disebabkan oleh manusia.
Dilansir dari San Fransisco Chronicle 5 Mei 2017, para pakar percaya bahwa hiu-hiu leopard di perairan tersebut terkena racun yang terdapat pada rawa air asin dan gerbang laguna buatan di Kota Foster dan Kota Redwood.
Sean Van Sommeran, ketua eksekutif dan pendiri Pelagic Shark Research Foundation menjelaskan, hiu leopard biasanya datang ke perairan dangkal untuk berpasangan dan melahirkan ketika musim semi dan musim panas tiba.
Namun, ketika air surut, kota Foster dan kota Redwood menutup gerbang air mereka dan memerangkap hiu-hiu tersebut dalam laguna buatan. Jamur lalu tumbuh karena air menjadi stagnan dan meracuni mereka.
Walaupun kejadian ini bukan kali pertama dan kematian masal hiu pernah mencapai angka 1000 pada tahun 2011, tetapi para pakar merasa khawatir terhadap masa depan spesies tersebut.
"Mereka adalah hiu-hiu yang indah dan merupakan spesies khas California dan Teluk San Fransisco," kata Van Sommeran.
Dia melanjutkan, jumlah hiu leopard telah menurun drastis sejak 1950-an. Dulu, mereka berukuran 1,5 hingga 1,8 meter. Namun, sekarang sangat sulit untuk menemukan yang berukuran 1,2 meter. (RB/kompas)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…