RiauBook - Sedikitnya 30 polisi Filipina tewas dalam bentrokan bersenjata dengan kelompok yang diduga sebagai anggota Pejuang Kemerdekaan Islam BangsaMmoro (BIFF) dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) di Provinsi Maguindanao, Filipina Selatan, Ahad (25/1/2015).
Polisi menyatakan bentrokan tersebut terjadi pada dini hari di Kota Kecil Mamasapano. Satuan polisi yang terlibat adalah Pasukan Aksi Khusus dari Polisi Nasional Filipina.
Restituto Padilla, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Filipina, mengatakan prajurit Angkatan Darat dikerahkan untuk menemukan personel polisi yang terbunuh. Hingga Ahad sore, ia mengatakan militer telah menemukan sembilan dari lebih 30 polisi yang tewas.
Sementara militer membantu dalam menemukan polisi yang tewas, personel polisi melancarkan operasi terhadap anasir pelanggar hukum dan melaksanakan surat penangkapan, Padilla menambahkan, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.
Menurut juru bicara tersebut, Tim Pemantau Internasional (IMT), Kelpompok Aksi Gabungan Ad hoc (AHJAG) dan Komite Koordinasi Penghentian Permusuhan (CCCH) "sudah berada di lapangan untuk memfasilitasi penyelesaian damai bentrokan berdarah itu".
IMT, AHJAG dan CCCH adalah mekanisme yang ditetapkan sebagai bagian dari proses perdamaian dengan MILF.
Pemerintah Filipina dan MILF menandatangani kesepakatan perdamaian menyeluruh pada Maret tahun lalu guna mengakhiri konflik bersenjata selama beberapa dasawarsa di Filipina Selatan.
Bagian kesepakatan tersebut akan mensahkan Hukum Dasar Bangsamoro, yang akan menjadi hukum organik bagi Pemerintah Bangsamoro --yang dirancang dan akan mengganti Wilayah Otonomi di Mindanao Muslim, yang akan berakhir pada 2016.
Seorang pejabat militer yang tak mau disebutkan jatidirinya mengatakan anasir pelanggar hukum tersebut terdiri atas anggota MILF dan BIFF. Ia menyatakan militer masih memeriksa apakah keterangan awal itu akurat.
Ketika ditanya mengapa anggota kedua kelompok tersebut berperang secara berdampingan saat mereka diduga memiliki perbedaan, pejabat militer itu mengatakan penyelidikan masih berlangsung.
BIFF adalah sayap bersenjata dari Gerakan Kemerdekaan Islam Bangsa Moro, yang memisahkan diri dari MILF pada 2010 akibat perbedaan pendapat mengenai pembicaraan perdamaian dengan pemerintah. (shs)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…