Riau Book- Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Jakarta, Adi Prayitno mengatakan prosesi penangkapan sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) oleh Polda Metro Jaya, seperti memperlihatkan sikap aparat keamanan ini bergaya Order Baru yang memberangus kebebasan.
"Kalau seperti ini, sikap aparat polisi kembali bergaya Orde Baru yang memberangus kebebasan. Ini adalah langkah mundur demokrasi kita," tegasnya.
Menurut Adi, praktik main tangkap adalah tindakan kesewenang-wenangan. "Sikap represif aparat ini cukup disayangkan di tengah demokrasi kita yang mulai tumbuh mekar," sebutnya.
Adi menuturkan, pemerintah dan polisi tidak perlu khawatir berlebihan. Para aktivis sudah mulai dewasa dalam cara menyampaikan aspirasi.
Terbukti aksi 4 November secara keseluruhan berlangsung damai. Meski ada sedikit kericuhan itu hanyalah riak riak kecil yang menjadi bagian dinamika lapangan.
"Jadi tidak perlu lebay dan dibesar-besarkan," ucapnya. Adi berpandangan, kalaupun ada tindakan melanggar hukum yang dilakukan para aktivis, prosesnya bisa lebih soft sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Dia menyayangkan tindakan main tangkap tanpa proses sebelumnya. "Aktivis itu bukan teroris. Tak pantas diperlakukan kasar oleh aparat," katanya. Kondisi ini membuat publik berasumsi bahwa polisi memang sulit untuk mereformasi diri.
Sebab, kekerasan masih menjadi senjata utama menghadapi kelompok aktivis kritis. "Hal ini sangat disayangkan dan tidak sepatutnya terjadi," ucapnya.(ria/snc)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…