RIAU BOOK- Wakil Bupati Alfedri mengimbau kepada seluruh kedai atau warung yang ada di Kabupaten Siak agar selektif menjual lem kepada para pelajar dan anak di bawah umur. Hal ini sebabkan lem tersebut sering disalahgunakan. Dan hal ini hendaknya menjadi perhatian semua pihak.
"Banyak kedapatan mereka menggunakannya sebagai alat hisap untuk mabuk atau istilahnya ngelem," ujar Alfedri, baru-baru ini.
Wabup menegaskan, camat dan kepala desa diminta menyurati pemilik warung, toko, dan sejenisnya. Pemkab juga minta kepada seluruh camat di Kabupaten Siak dan kepala desa untuk segera menyurati para pemiliki toko, warung atau kedai untuk tidak menjual lem kepada anak di bawha umur.
Wabup menjelaskan, bahaya penggunaan lem ini ternyata lebih susah diobati dibandingkan dengan bahaya penggunaan narkoba. Penggunaan lem ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan syaraf otak. Sehingga kalau dilakukan rehabilitasi tidak akan dapat menggebalikan anak tersebut seperti semula. Rumah sakit tidak akan mau menerima, hanya rumah sakit jiwa yang dapat menerima.
"Kalaupun keluar, anak tersebut akan tetap masih menggunakan lem kembali, atau tidak dapat sembuh," sebut dia.
Kasus kematian akibat penyalahgunaan lem ini, kata Alfedri, sudah pernah terjadi. Oleh karena itu, diingatkan kembali kepada setiap orangtua agar menjaga anaknya untuk menjauhi penyalahgunaan lem itu. Karena yang menggunakan lem itu sebagian besar anak remaja yang merupakan generasi penerus bangsa.
Dia berharap ke depannya ada regulasi yang mengatur mengenai hal ini, sehingga tidak lagi diperjualbelikan secara bebas.(RB)
| Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…