'Call for Justice': Solusi Palsu G20 dan COP-27

'Call for Justice': Solusi Palsu G20 dan COP-27

Ist

RIAUBOOK.COM - WALHI Riau meminta forum G20 dan COP-27 menghentikan tawaran solusi palsu guna mengatasi krisis iklim. Dua helat tersebut tidak menaruh aspek keadilan bagi rakyat dan lingkungan hidup sebagai aspek utama untuk bangkit dan pulih. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tetap melanggengkan dominasi ekonomi negara-negara anggota G20, khususnya G7.

Negara G7 juga begitu dominan dalam menentukan keputusan-keputusan pada COP-27. Tujuh negara tersebut menolak untuk membayar hutang ekologisnya. Mereka malah terus mendorong negoisasi yang pada prinsipnya menguntungkan negara utara (global north countries) dan korporasi transnasional.

Guna melawan tawaran solusi palsu tersebut, WALHI Riau bersama enam jaringan lembaga anggotanya, Perkumpulan Elang, Kaliptra Andalas, YLBHI-LBH Pekanbaru, Mapala Suluh, Wanapalhi dan Laskar Penggiat Ekowisata (LPE) Riau melakukan aksi damai di Jalan Sudirman, Pekanbaru, tepatnya di depan kantor Gubernur Riau. Aksi ini dilangsungkan sekitar pukul 13.30 WIB sampai dengan 14.30 WIB pada Selasa, 15 November 2022.

Dalam aksi ini, Rezki Andika, Koordinator Relawan Pengorganisasian WALHI Riau menyebut forum G20 tidak mengusung agenda konkrit pemulihan lingkungan dan mewujudkan keadilan iklim bagi berbagai entitas, termasuk kelompok anak muda. Bahkan berbagai forum rakyat dan masyarakat sipil jelang dan bertepatan dengan KTT G20 di Bali malah direpresi dan dibubarkan paksa.

"Bagaimana forum ini dapat merumuskan keadilan, apabila para anggota G20 membiarkan pemerintah Indonesia sengaja mengangkangi demokrasi dan kebebasan berpendapat masyarakat sipil. Tiga topik Arsitektur Kesehatan Global, Transformasi Ekonomi Digital, dan Transisi Energi hanya bualan apabila negara-negara G20 mendorong transisi energi dan transformasi ekonomi digital dari varian industri ekstraktif dan kotor lainnya.

Transisi energi hanya sebagai sarana transformasi komoditas, praktiknya tetap melukai bumi dengan varian tambang baru, menggunakan energi yang menaruh rakyat di bawah bayang ancaman bencana hingga mendesain kedok pemulihan yang faktanya hanya melanggengkan laju akumulasi," kata Rezky.

Pelaksanaan KTT G20 yang tidak demokratis jelas menutup ruang partisipasi kelompok anak muda. Contohnya, kelompok mahasiswa di Bali dan Kalimantan Tengah direpresi aparat keamanan ketika mnyalurkan aspirasinya. Kondisi ini tentu menjauhkan kelompok muda dari perjuangan mewujudkan keadilan antargenerasi, keadilan untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat di masa depan.

Pelaksanaan COP-27 pun tidak lebih baik dari KTT G20. Konferensi ini masih megedepankan skema bisnis untuk menahan laju perubahan iklim. Negara-negara penghasil karbon masih dibiarkan melanjutkan investasinya dan menggantinya dengan skema perdagangan karbon. Kondisi ini jelas merugikan kelompok masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan pulau kecil.

Masyarakat di lokasi tersebut telah mengalami dampak krisis iklim akibat praktik buruk negara-negara G7 dan korporasi multinasional. Selain itu, negara G7 melalui forum G20 berupaya untuk memonopoli harga perdagangan karbon. Praktik ini jelas merugikan negara-negara kecil yang tidak masuk dalam konfrensi, masyarakat adat hingga komunitas lainnya.

Sera, salah satu massa aksi dari LPE Riau, menyebut apa yang mereka serukan pada hari ini juga terkait dengan dampak buruk krisis iklim terhadap perempuan. Berdasarkan riset IUCN (2020) diketahui krisis yang lahir akibat perubahan iklim mengakibatkan peningkatan pernikahan perempuan di usia dini di Afrika. Selain itu, perempuan juga sering digunakan menjadi alat tukar untuk mendapat pangan yang layak (dw.com/22/02/2020).

"Krisis iklim yang memperparah sumber air bersih juga ke depan akan membuat perempuan kesulitan untuk mendapatkan air. Padahal sejak bangun tidur hingga kembali tidur kehidupan perempuan tidak bisa dilepaskan dari air bersih," ujar Sera.

Sera juga menambahkan bahwa aksi yang mereka lakukan bertujuan untuk mengingatkan Indonesia mengambil bagian lebih dalam upaya menekan dominasi negara G7 dalam dalam KTT G20 dan COP 27.

"Indonesia seharusnya mengambil peran lebih agresif memaksa negara dan korporasi perusak lingkungan untuk membayar hutang ekologis, menekan dominasi penentuan harga karbon hingga menghentikan solusi palsu mengatasi krisis iklim. Bukan sebaliknya berlaku represif dan agresif terhadap tuntutan rakyat untuk berjuang mendapat keadilannya," sebut Sera.

Aksi yang dikuti 30 anak muda ini juga mengingatkan Gubernur dan entitas pemerintah lokal lain di Riau agar secara tegas mengambil sikap melindungi masyarakat Riau dan sumber daya alamnya dari dampak krisis iklim.

"Gubernur dan entitas pemerintah lokal lain di Riau harus tegas meminta tanggung jawab negara dan korporasi yang bersumbangsih mendorong laju dampak krisis iklim di Riau. Gubernur hingga pemerintah di tingkat bawah harus memaksa mereka untuk membayar hutang ekologisnya," kata Rezki. (rls)

foto

Terkait

Foto

Bapenda Riau Hadirkan Layanan Samsat Tanjak, Syahrial Abdi: Tak Perlu ke Kantor

RIAUBOOK.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau terus memberikan kemudahan bagi masyarakat di Kota Pekanbaru. Terbaru, Bapenda Riau menghadirkan layanan…

Foto

Joe Biden Tak Ingin Pulang

RIAUBOOK.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tampaknya sangat menikmati waktunya di Bali selama kunjungannya untuk KTT G20, bahkan dia sempat melontarkan celetukan kepada…

Foto

Peringatan Dini BMKG: Wilayah Ini Bakal Dilanda Hujan Petir

RIAUBOOK.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga…

Foto

Aster Panglima TNI ke Pekanbaru Minta Aktifkan 3 Pilar Plus, Termasuk Program Ketahanan Pangan

RIAUBOOK.COM - Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Purwo Sudaryanto meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mengaktifkan kembali pos…

Foto

Ada Apa? Para Kades di Meranti Temui Gubernur Syamsuar

RIAUBOOK.COM - Sejumlah Kepala Desa dari Kabupaten Kepulauan Meranti menemui Gubernur Riau Syamsuar meminta agar gubernur tetap memperhatikan desa-desa di…

Foto

Warga China Ditangkap Ajak Massa Unjuk Rasa di KTT G20

RIAUBOOK.COM - Jelang pelaksanaan KTT G20, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus berkoordinasi terkait pengamanan mengantisipasi terjadinya demonstrasi. Hal…

Foto

Aster Panglima TNI di Pekanbaru: SDM Aset Penting Bangsa

RIAUBOOK.COM - Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI, Mayjen TNI Purwo Sudaryanto mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau khususnya dalam hal…

Foto

Menuju Jalan Kebaikan, Pemprov Riau Jalankan Gerakan Sholat Subuh Berjemaah

RIAUBOOK.COM - Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memiliki program unggulan dakwah dalam mengajak umat untuk menuju jalan kebaikan, program tersebut…

Foto

Deretan Kecelakaan Pesawat Tanah Air, Garuda Indonesia dan Lion Air Paling Parah

RIAUBOOK.COM - Sepanjang 45 tahun terakhir telah terjadi sejumlah kecelakaan pesawat yang didominasi oleh maskapai yang sampai saat ini masih…

Foto

Peringatan Dini Hujan Petir Untuk Wilayah Ini

RIAUBOOK.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga…

Foto

Lion Air, Wings Air & Air Asia Maskapai dengan Layanan Terburuk di Dunia

RIAUBOK.COM - Indonesia adalah negara berkembang dengan Produk Domestik Bruto atau PDB 2020 mencapai 1,06 triliun dollar AS (Rp 15,73…

Foto

Anak Petani Digugurkan Jadi Polwan

RIAUBOOK.COM - Malang nasib Sulastri Irwan, anak seorang petani dari Kabupaten Kepulauan Sula ini digugurkan oleh Polda Maluku Utara jadi Polwan padahal…

Foto

Peringatan Dini: Waspada Hujan Lebat Disertai Petir di Sebagian Besar Riau

RIAUBOOK.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini adanya potensj hujan berintensitas sedang hingga lebat…

Foto

Tanggapi Bantahan Sonitha Poernomo Ex Pegawai Chevron, LPPHI: Buta Fakta

RIAUBOOK.COM - Menyikapi pernyataan Manager Corporate Communication PT Pertamina Hulu Rokan Sonitha Poernomo di media riauonline.co.id edisi Rabu (9/11/20220, Sekretaris…

Foto

Faperta UIR Rayakan Milad 45, Sumbangkan Al-quran ke Para Hafidz

RIAUBOOK.COM - Fakultas Pertanian (Faperta) UIR merayakan milad ke-45 tahun ini dengan serangkaian kegiatan yang lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.…

Foto

Pajak Kendaraan Sumbang Rp952,6 Miliar PAD Riau

RIAUBOOK.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) triwulan ke III dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Riau sudah mencapai 68,25…

Foto

Benarkah? Legislator Riau Sebut Pengangguran Berkurang, Kesejahteraan Meningkat

RIAUBOOK.COM - Saat ini tingkat pengangguran Tlterbuka (TPT) di Provinsi Riau mengalami penurunan, sementara kesejahteraan masyarakat semakin membaik, demikian kesimpulan…

Foto

Hujan Deras Meluas ke Pekanbaru, Ini Wilayah yang Dilanda

RIAUBOOK.COM - Cuaca di Pekanbaru pada pagi sempar cerah, namun pada siang hari mulai pukul 12.20 WIB di sejumlah wilayah…

Foto

PHR Lanjutkan Pemulihan Lahan Terkontaminasi Minyak di WK Rokan

RIAUBOOK.COM - Sejak 9 Agustus 2021, pemerintah telah menetapkan bahwa Wilayah Kerja Rokan (WK Rokan) dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu…

Foto

Pakai Sandal Jepit, Yopi Arianto Disambut Gubernur Syamsuar

RIAUBOOK.COM - Tokoh masyarakat Riau sekaligus mantan Bupati Indragiri Hulu (Inhu) dua periode Yopi Arianto berkunjung ke kediaman Gubernur Riau…

Pendidikan