Opini:

Ensiklopedia Kehidupan

Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya Allah swt memiliki ahli dari golongan manusia." Lalu ditanyakan (pada beliau saw) siapakah ahli Allah diantara mereka? Beliau menjawab, "yaitu Ahlul Qur'an" (orang yang hafal Al-qur'an dan mengamalkannya), mereka adalah ahli Allah (wali-wali Allah) dan memiliki kedudukan khusus disisinya." (HR.Ahmad)

Setiap orang punya kisah tersendiri untuk mengawali masa hijrah yang dilalui. Berbagai potret kehidupan manusia dapat kita ambil hikmahnya yang patut kita teladani. Sebut saja, Aku. Namaku Afra Nadilla, Putri pertama dari Bapak Abdul Gafar dan Ibu Indrawati. Aku memiliki 5 saudara. Yaitu, Afra Muthya, Sholeh Habibullah, Afra Afifah dan Afra Assyifa.

Aku mengenyam pendidikan TK Al-Itqan, SDIT AL-Fityah, SMPIT AL-Fityah dan SMAIT AL-Fityah. Alasan orang tua menyekolahkan aku di sekolah itu, tepatnya 12 tahun lamanya adalah membangun pribadi madani dan berakhlak Qur'ani. Sejak SD kami sudah menghafal al-qur'an. Tapi lainnya padaku, aku baru mendapati hidayah untuk menghafal al-quran sejak kelas 2 SMA.

Aku yang sejak dahulu memang berkeinginan untuk bisa Sekolah di pesantren tahfidz Al-quran. Karena seonggok cita dan harapan yang menjadi tameng disetiap rapuh mula melanda. Tepatnya November 2013, aku mengikuti pelatihan menghafal al-qur'an yang didelegasi dari sekolah. Dan akhir dari pelatihan tersebut adalah tes bacaan. Bagi peserta yang lulus akan dibina oleh pemerintah kota Pekanbaru untuk menghafal al-qur'an. Alhamdulillah, atas izin Allah aku bisa masuk di Lembaga Pembinaan Tahfidz Quran (LPTQ) Kota Pkanbaru.

Keinginanku untuk menghafal al-qur'an semakin memuncak. Belum lagi dorongan diri yang berkeinginan untuk kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Aku dapati informasi, minimal harus hafal al-qur'an 3 juz. Tepatnya Desember 2013, aku mulai menghafal juz 28.

Dengan kegigihan, aku menyempatkan setiap waktu untuk menghafal. Sejak pertama hijrahku bermula, aku mulai meninggalkan musik jahiliyyah, dan meninggalkan tontonan korea. Memang bukan selamanya itu buruk, tapi aku sadari, itu adalah salah satu cara untuk menjaga, sebab aku sendiri merasa takut lalai dengan semua itu.

Dan sungguh tidak ada yang lebih tepat daripada janji Nya. 1 bulan berlalu, aku bisa menyelesaikan juz 28 dengan hafalan yang kuat. Aku yang menghafal tanpa partner. sebelumnya aku menghafal bersama sahabat, tapi ia futur dan berhenti dipertengahan jalan. Menghafal dilingkungan yang duniawi berada dalam pandangan. Masih terngiang dalam ingatan, bagaimana menghafal dikala teman-teman sibuk dengan gadget, musik barat dan tontonan korea serta barat yang ngetrend di masa putih abu-abu. Menghafal dibawah mejapun pernah aku rasakan.

Setiap hari sabtu dan ahad kami setoran hafalan dengan ustad yang difasilitasi oleh LPTQ, Sabtu untuk murojaah hafalan pekan lalu dan ahad untuk setoran 5 halaman. Pembelajaran tahfidz itu disertai tahsin dan pelajaran tajwid lainnya. Kegiatan yang dimulai pada awal tahun 2014 berjalan hingga waktu ramadhan tiba. Dipembinaan tersebut, kita dibiayai, diberi makan siang, snack, ilmu bahkan uang saku. Allah menjanjikan kemudahan yang tak terduga untuk hamba yang berusaha untuk senantaisa dekat dengan kalam Nya.

Pihak Lembaga Pembinaan Tahfidz Qur'an (LPTQ) Kota Pekanbaru, mengadakan study visit menghafal al-qur'an disalah satu pesantren tahfidz di Bandung. Dan bersyukur tak terkira lagi, alhamdulillah aku terpilih dari sekian banyak peserta saat itu, ini adalah hadiah bagi peserta yang lebih dulu bisa menyelesaikan hafalan minimal 1 juz dan kuat. Kita 2 pekan disana, bahkan orang tua tidak mengeluarkan uang sepeserpun, karena semua biaya ditanggung oleh pemerintah.

2 pekan ramadhan membersamai al-qur'an, bahkan malam berganti pagipun tidak terlepas dalam genggaman mushaf yang mulai basah dengan air mata. Memang, ketika menghafal dan dirasa amat sulit, pertanda ada noda dalam diri, mungkin kemaksiatan dsb. Bukankah malam yang pekat pertanda pagi datang menjelang? Beberapa hari mungkin berjalan biasa, tapi lagi lagi Allah maha penyanyang dengan cintanya tak terbilang dan tak bersigma.

Saat aku kembali ke tanah kelahiran, Pekanbaru. Aku mulai diberi ujian, aku disibukkan dengan suatu acara yang menyita waktuku hampir lebih dari sepekan. Disuatu hari, hatiku goyah dan malu sekali. Ramadhan kali ini, aku belum menyelesaikan tilawah! Aku menangis, dan meminta pada Allah untuk memberikan aku satu malam, dimana malam itu aku dapat bermunajat pada Nya, tanpa hijab apapun antara aku dengan Nya.

Malam itu, tepat pada 27 ramadhan. Malam jumat dan pastinya ganjil. Selepas isya, aku niatkan untuk tilawah al-qur'an hingga waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB. Aku segera melaksanakan sholat hajat yang terdiri dari 4 rakat, sambil terisak aku membaca setiap lembaran surah yasin, addukhan, assajadah dan almulk. Aku hanyut dalam keheningan malam, dan alunan setiap bait bait cinta Nya. Setelah itu aku berdoa. Sangat lama. Menangis, terisak pilu, aku keluarkan semua yang aku mau dari Nya. Tiba-tiba ada secercah cahaya lewat disamping telinga kananku. saat aku lihat kearah belakang tidak ada apapun, bahkan pantulan cahaya sekalipun. Kebetulan, didepanku memang ada jendela. Aku bergumam, "mungkin ada celah sehingga angin masuk melalui celah itu." Karena aku penasaran, secara logika bila itu adalah angin, seharusnya masuk dan menerpa wajah. Bukan lewat dari sisi kanan, jika benar adanya, bisa jadi ada celah disisi kanan.

Aku berjalan menuju jendela. Aku perhatikan, tidak aku temui celah disana. Aku hanya terheran, ketika melihat dua pohon pinang dari luar jenedela. Satu pohon persis seperti orang yang sedang sujud. Dahannya membungkuk, dan daunnya yang panjang menyentuh tanah. Bahkan daun bagian atas sekalipun menyentuh tanah. Layaknya manusia yang sedang sujud. Sedang satu pohon lagi layaknya sedang rukuk, aku merinding.

Sebab, abi pernah bilang padaku, "nak, pada malam lailatul qadr, semua makhluk akan tunduk bersujud kepada Allah, baik manusia, hewan maupun tumbuhan." Karena ketidak tahuanku tentang malam lailatul qadr dan aku ingin segera menyelesaikan tilawahku. Aku segera membangunkan abi untuk melaksankan tahajud. Lalu aku melanjutkan dengan sholat sunnah lainnya.

Ada kenikamatan yang aku rasa, bahkan disetiap malam aku selalu mencari malam yang memberikan kenikmatan serupa, tapi tak pernah jua aku temui. Bahkan tiadaa pernah aku merasakan hembusan angin yang begitu sejuk dan lembut selain hari jumat kala itu. Dan tidak pernah aku temui hari yang begitu tenang dan penuh dengan kesahajaan melainkan hari itu, tidak pernah pula aku temui hari dimana tiada lelah lisanku bergelut dengan kitab suci yang maha mulia, dan tiada pula ada rasa lelah pada ragaku untuk melaksanakan sholat.

Dan hingga hari ini, aku masih mencari malam itu. Dan tahukah? 2 tahun waktu berjalan 99% semua doaku Allah ijabah dengan penuh kisah romantisme kehidupan antara hamba dan Tuhan Nya, dan banyak sekali keajaiban yang aku rasa disetiap kaki ini melangkah.

Sejak saat itu semuanya menjadi lebih mudah. Saat itu aku membuat target, lulus SMA bisa hafal 5 juz, lalu Allah beri lebih lagi, begitu seterusnya. Sampai pada satu titik aku merasa bahwa mungkin ini peluang dan jalan untuk menggapai impianku. Akhirnya aku menentukan target untuk segera menyelesaikannya. Begitulah kasihnya Allah, ketika kita meminta, percayalah, bahwa Allah akan beri, bahkan lebih dari apa yang kita harapkan.

Benar memang, waktu produktif itu adalah waktu yang relatif sempit bukan pada waktu lapang. Seiring waktu berlalu, aku merasakan banyak kemudahan. Salah satunya, aku diterima sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI, dengan beasiswa 100%, saat itu hanya ada 10 orang yang menerima beasiswa full dari Riau. Dengan beragam kesibukan kuliah, aku harus mulai membagi waktu dengan sangat baik. Mulai dari kegiatan Kuliah,Organisasi, tugas, bisnis dan Asrama.

Setiap hari, aku menambah hafalan sebanyak 1 halaman. Dan terus berlanjut hingga 5 hari, setelah itu jika sudah 5 halaman, aku murojaah hafalan. Terhitung, selama 1 bulan bisa menyelesaikan 1 juz. Aku membagi 3 waktu dalam 24 jam. Waktu menambah hafalan ketika disepertiga malam, subuh dan maghrib. Mengulang hafalan ketika setelah ashar dan sebelum tidur, serta membaca al-qur'an diwaktu dhuha dan waktu kosong ketika menunggu dosen yang belum masuk kelas, serta waktu-waktu selain menambah dan mengulang hafalan. Alhamdulilah saya bisa menyetor 30 juz.

Karena sejatinya, jika ingin al-quran itu istiqomah dikerjakan adaalah dengan membagi waktu al-qur'an selayaknya waktu makan dan sholat, karena jika tidak begitu, menunggu waktu lapang bukanlah jawaban efektif, karena waktu yang produktif itu dikala waktu yang sempit.

Alhamdulillah, Allah menganugerahi rezeki yang tak terkira. Aku diamanahi menjadi Musyrifah Tahfidz Kampus dan Musyrifah Asrama. Ini salah satu bentuk kesyukuran dan fasilitas yang Allah janjikan. Setidaknya ini bisa bermanfaat untuk terus mengulang hafalan dan mempertahankan apa sebenarnya eksistensi dalam menghafal al-qur'an itu. Bisa saling berbagi cerita dan pengalaman.

Jika ingin segera menyelesaikan hafalan al-qur'an, perlunya membuat target pencapaian amalan yaumiyah setiap harinya. Seorang penghafal al-qur'an harus peka dengan ibadah sunnah. Karena biasanya, ia akan sangat rentan untuk futur (rendah iman) dan yang menguatkannya adalah amalan sunnah. Dan senantiasa memantapkan ibadah wajib. Seorang penghafal al-qur'an juga harus peka dengan perkara maksiat, karena ia akan sangat terjaga bila terjaga dan terkadang bisa terseret bila tidak ada tameng untuknya berpijak dan bersandar, maka dari itu carilah teman yang sekiranya apa bila bersamanya membuatmu dekat dengan kalam Nya dan surga terasa lebih dekat jika bersamanya.

Mungkin kita pernah mendengar Bahwa Al-qur'an dapat menyembuhkan. Tentu benar, al-qur'an adalah assyifa. Yaitu obat dari segala penyakit. Singkat saja, sewaktu itu aku terkena penyakit bronchitis, dan dokter menyarakan agar aku meminum obat selama 6 bulan. Karena aku berkeyakinan bahwasanya aku bisa sembuh tanpa obat, aku hanya meminum obat selama satu bulan saja, dan obat yang lain aku simpan tanpa sepengetahuan siapapun.

Saat aku kembali ke Riau diwaktu liburan, aku tidak sadarkan diri. Saat diperiksa, dokter mengatakan bahwa aku salah meminum obat sehingga menyebabkan penyakit dyspepsia. Alhasil, aku mengikuti prosedur untuk rontgen. Dan masyaa Allah, atas karunia Nya paru-paruku bersih tanpa noda bronchitis. Dan maha besarnya Allah, jika aku meminum obat-obatan itu, aku tidak tau bagaimana nasib lambung ini.

Selama ini aku hanya meminum habbatusauda dan sari kurma. Tidak kalah penting, setiap hari aku membaca ayat al-qur'an dan almatsurat pada segelas air dan aku rutin untuk meminumnya. Dan alhamdulillah, sejak saat itu aku kembali sehat berkat mempercayai bahwasanya al-quran adalah obat.

Seseorang yang dekat dengan kalam Nya, akan sangat terjaga kepribadian dan akhlaknya. Seorang wanita harus menjadi pewaris al-quran, sebab ia akan menjadi sekolah pertama untuk anak-anaknya. Dan betapa bahagianya, jika anak-anak kita terlahir menjadi seorang hafidz/zah dan yang membentuk mereka adalah dari tangan-tangan kita sendiri. Wanita? Ketika ia sekolah tinggi-tinggi, akankah ia memilih untuk menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga. Yang jelas, seorang anak yang cerdas berhak terlahir dari ibu yang cerdas.

Target Hidup selanjutnya adalah segera bangkit dari rasa putus asa, belajar membangun masa depan yang lebih baik. Membuat dan melaksanakan grand design kehidupan dimasa yang akan datang. Wanita adalah tiang negara. Apabila baik wanita itu, maka baik pula negaranya. Begitu juga sebaliknya. Apabila buruk wanita itu, maka buruk pula negaranya.

Seorang ulama mengatakan, "Jail Al-qur'an lil Aqsha unwan", "haya generasi Qur'ani yang kan mendapat alamat kunci pembebasan Al-Aqsa"

Jagalah waktu bersama Al-qur'an, sibukkan hari-harimu padanya, prioritaskan waktu untuknya, maka Allah yang akan memproduktif-kan setiap waktumu menjadi lebih bermanfaat. Sebab, seorang penghafal al-qur'an telah Allah janjikan kehidupannya, baik dunia maupun akhirat. Alhamdulillah, salah satu do'a di malam lailatul qadr adalah menjadi hamilul Qur'an. Dan aku masih menulis mimpi untuk bisa belajar di Kairo, Mesir. ***

Penulis adalah Afra Nadilla: mahasiswi STEI SEBI, Depok, Jawa Baratjurusan Islamic Banking Management

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Redaksi Riaubook: Tageline Baru, Semangat Baru

Dua tahun sudah usia Riaubook.com. Dua tahun pula portal berita ini hadir di tengah masyarakat Riau khususnya dan Indonesia maupun…

Foto

Pemerintahan Mengguncang Lagi, Indonesia Butuh Pahlawan

Riaubook - Hari itu, seorang ibu dengan pilu berkata kepada anaknya, nak, roti kecil ini yang beberapa hari yang lalu…

Foto

Selamatkan Pulau-pulau di Indonesia

Sebagai Negara yang dianugerahi Tuhan Yang Maha Esa dengan ribuan gugusan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dan dengan…

Foto

Tabligh Akbar Wakil Sekjen MUI dan Pengakuan yang Mengejutkan

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau Konsentrasi Ketatanegaraan (Siyasah)/Abituren Ma'had Daarun Nahdhah Thawalib BangkinangSenin tertanggal…

Foto

HOAX dalam Kondisi Kebebasan Berpendapat di Dunia Perpolitikan

Di negara yang berasaskan demokrasi ini, sangat menekankan kebebasan berpendapat. Hal ini telah diatur dalam UUD 1945 pasal 28E ayat…

Foto

Pemilih Cerdas Pemimpin Berkualitas

Pemilihan umum adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam negara kesatuan…

Foto

Menanti RTRWP yang Pro Rakyat

Riau salah satu provinsi yang belum memiliki perda Rencana tata ruang wilayah (RTRW) sejak tahun 2005 hingga sekarang, sehingga mengakibatkan…

Foto

Kedaulatan NKRI Terancam?

Berbicara tentang kedaulatan selalu identik dengan kekuasaan NKRI. Menurut KBBI kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi atas pemerintahan Negara. Melihat negara yang…

Foto

RTRW untuk Masa Depan Provinsi Riau, Kapan Disahkan?

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alam nya. Hutan merupakan salah satu yang terdapat didalam SDA tersebut. Riau…

Foto

Calon Tunggal, Pertempuran Usai Sebelum Laga Dimulai

Riau Book - Kadang-kadang, pertempuran telah selesai sebelum laga dimulai. Itu yang terjadi di sembilan dari 101 daerah di Indonesia…

Foto

Menumpas Korupsi Kehutanan

Oleh: Agung Hermansyah(Peneliti Muda Law Action (LawAct) Indonesia dan Mahasiswa Jurusan Hukum Agraria dan SDA Fakultas Hukum Unand)Hutan merupakan salah…

Foto

Peraturan Menteri Berpotensi Menguntungkan Asing?

Indonesia sebagai Negara dengan sumber daya alam terbesar di Dunia tentu sangat patut disyukuri bagi masyarakat yang mendiami wilayah Indonesia…

Foto

Adakah yang Berpikir Positif dengan Naiknya Harga BBM dan Bahan Pangan?

Riaubook - Berita akan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal tahun 2017, cenderung menjadi bahan pembicaraan yang sedang hagat-hangatnya.

Foto

Tak Ada di Dunia Ini Mayoritas yang Toleransinya seperti Umat Islam di Indonesia

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau Konsentrasi Ketatanegaraan (Siyasah)/Abituren Ma'had Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang

Foto

Memotret Kelebihan dan Kekurangan Cagub/Cawagub Dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2017

Riaubook - Pada segmen pertama debat, semua kandidat benar-benar memanfaatkan momen debat dan panggung ini untuk menjawab keraguan atau…

Foto

Ada Empat Dorongan Sosial Ikut Organisasi

Riaubook - Organisasi adalah wadah untuk mengekspresikan diri, membuat sebuah karya dan memberikan ide-ide kreatif. Organisasi sebagai tempat beproses, membentuk…

Foto

Kesabaran Dalam Mempersatukan Ummat

Oleh: Al Khairi YacobPersatuan Indonesia, sebuah dasar negara sila ketiga yang menjadi landasan untuk mencapai tujuan nasional.…

Foto

Untuk Masyarakat Kampar, Pilihlah Calon Bupati dan Wakil Bupati yang Hatinya ke Masjid

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Alumni Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang)"Seandainya kalian…

Foto

Jagat Raya Dari Kursi Roda

Riau Book - Stephen Hawking adalah ilmuwan paling penting di muka bumi yang masih hidup. Ia disejajarkan dengan mendiang Sir…

Foto

Masjid Al Markaz, Pusat Kegiatan Islam di Kota Makassar

Riau Book - Melihat foto-foto terbaru dari Makassar yang saya terima pagi ini, saya sontak bergumam: Al Markaz-ku kembali. …

Pendidikan