Pemimpin Korea Utara Kim Jong un

Jumat, 06 Januari 2017 - 20:45 WIB 4610000

Targetkan Kepala Kim Jong-un, Korsel Bentuk Brigade Rahasia

Share ke BBM

Riau Book- Perang dingin antara dua saudara, Korea Selatan dan Korea Utara terus memanas. Usai Korut melakukan rangkaian uji coba rudal balistik. Giliran Korea Selatan tengah mempercepat rencana pembentukan "unit pemenggal kepala", sebuah brigade yang secara khusus menargetkan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un.


Langkah ini dilakukan Seoul menyusul serangkaian provokasi yang dilakukan oleh Pyongyang, seperti uji coba senjata nuklir juga ancaman latihan militer Korut yang dikabarkan menargetkan Gedung Biru, kantor kepresidenan Korsel.

"Unit ini akan diaktifkan dalam masa perang. Brigade ini awalnya disiapkan untuk 2019, namun unit ini sudah bisa mulai dioperasikan tahun 2017 ini," ungkap seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korsel, Jumat (6/1).

Secara teknis, Korsel dan Korut masih berperang lantaran hanya mendandatangani kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri perang pada 1953 silam.

Korsel meyakini bahwa di tahun 2017 ini Korut akan meningkatkan kapasitas nuklir dan serangkaian uji coba misil, tak peduli sanksi internasional sudah sering dilayangkan pada negara itu.

Awal pekan ini, Pyongyang bahkan mengklaim akan segera menguji coba peluru kendali balistik antarbenua atau ICBM. Klaim ini kian mengkhawatirkan Korsel meski sejumlah pengamat menganggap rudal itu belum cukup berkembang untuk dipersenjatai hulu ledak nuklir.

Sementara itu, profesor Choi Jong-kun dari Universitas Yonsei menilai, pembentukan brigade ini merupakan taktik militer yang sensitif bagi publik dengan tujuan untuk memberi sinyal bagi Korut.

Meski begitu, Choi menganggap langkah Korsel ini sebagai suatu kekeliruan. Menurutnya, Korsel tidak sepatutnya membuat keputusan penting dan sensitif saat politik serta pemerintahannya tengah berada dalam krisis.

Pemerintah Korsel tengah menghadapi skandal korupsi yang melibatkan Presiden Park Geun-hye dan berbuntut pada pemakzulannya.

"Kemhan nampaknya bersifat lebih agresif dan cenderung ingin lebih banyak mengontrol kebijakan nasional Korsel. Saat ini, Korsel belum memiliki kepemimpinan tetap. Sering kali keputusan mereka [Kemhan] berlebihan," tutur Choi. (ria/cnni)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Ridho

Berita Terkini

Berikut Tarif Baru Pengurusan STNK dan BPKB

Jumat, 06 Januari 2017 - 20:20 WIB

Pengangguran di Finlandia Digaji Rp7,8 Juta Sebulan

Jumat, 06 Januari 2017 - 11:37 WIB

PP Kenaikan Pengurusan STNK dan BPKB Harus Dikaji Ulang

Jumat, 06 Januari 2017 - 11:18 WIB

Asyik Merekap, Pelaku Judi Togel Diringkus Polisi

Jumat, 06 Januari 2017 - 00:37 WIB

Menakutkan, Istana Kerajaan Swedia Banyak Dihuni Hantu

Kamis, 05 Januari 2017 - 21:39 WIB

Namanya Tembakau Gorila, Tembakau Sintetis Rasa Ganja

Kamis, 05 Januari 2017 - 20:52 WIB

Astaga, Harga Ikan Tuna Ini Mencapai Rp8,5 Miliar

Kamis, 05 Januari 2017 - 20:17 WIB

Pemprov Riau Imbau Para Mantan Birokrat Kembalikan Aset

Kamis, 05 Januari 2017 - 16:24 WIB

40 Ribu Media Online Masuk Daftar Kategori Abal-abal

Kamis, 05 Januari 2017 - 16:03 WIB

Mulai 6 Januari, Biaya SKCK Naik 200 Persen

Kamis, 05 Januari 2017 - 15:11 WIB

Presiden Filipina Akui Sepupunya Bergabung dengan ISIS

Rabu, 04 Januari 2017 - 21:07 WIB

Pemblokiran, Langkah Baru Menahan Ujaran Kebencian

Rabu, 04 Januari 2017 - 19:31 WIB

Hari Ini Sidang Ahok, Agenda Pemeriksaan Saksi-saksi

Selasa, 03 Januari 2017 - 06:59 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Siak

Senin, 02 Januari 2017 - 13:57 WIB

Kapolres Berganti Kasus Tidak Juga Tuntas

Minggu, 01 Januari 2017 - 23:12 WIB

Polres Pelalawan Gelar Upacara HUT Satpam Ke 36

Sabtu, 31 Desember 2016 - 13:36 WIB

HUT Satpam Ke 36 Wabup Saksikan Donor Darah

Sabtu, 31 Desember 2016 - 12:54 WIB