Riau Book - Aksi damai 4 November lalu yang berlangsung dengan tertib dan lancar berbuntut panjang. Aksi yang dilakukan untuk menuntut penegakan hukum atas dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Calon Gubernur DKI Jakarta yang juga petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan Ahok, telah melebar kemana-mana.
Salah satunya dengan pernyataan Presiden Jokowi sesaat setelah aksi damai berlangsung, yang mengatakan adanya dugaan aksi tersebut ditunggangi oleh aktor politik. Tapi saat yang bersamaan Presiden juga mengapresiasi aksi tersebut berjalan dengan damai, walaupun ada insiden kecil pada malam harinya.
Pidato mantan Presiden SBY pun menjadi bola panas ditengah masyarakat. Pidato yang dilakukan sehari sebelum aksi tersebut merupakan pernyataan sikap SBY terhadap isu yang berkembang tentang dirinya yang dirasakannya mulai menimpakan kesalahan kepada dirinya mulai dari kasus kematian Munir sampai dirinya disebut memprovokasi massa dalam pidato tersebut.
Atas dugaan telah memprovokasi massa dalam pidatonya di Cikeas (2/11/2016) tersebut, Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lintas Generasi membuat laporan tentang SBY ke Bareskrim Polri, Kamis (10/11/2016), atas dugaan tindak pidana penghasutan termasuk kepada aktivis HMI.
Menanggapi laporan Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lintas Generasi terhadap SBY itu, Pengurus Besar (PB) HMI membantah hal tersebut dan mengeluarkan maklumat untuk diketahui semua pihak. Berikut isi lengkap maklumat tersebut :
Saat ini banyak media memberitakan tentang Pelaporan terhadap mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh sekelompok orang yang mengatasnamakam alumni HMI. Melalui laporan di Bareskrim Polri, Kamis (10/11/2016), sekelompok tersebut menamakan dirinya sebagai Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi.
Poin utama pelaporan adalah tuduhan terhadap mantan Presiden SBY karena dianggap menghasut dan mengajak aktivis HMI untuk melakukan Aksi Damai 4 November 2016.
Menanggapi pemberitaan yang ada,sekaligus untuk meluruskan perjuangan Aksi Damai 4 November 2016. Kami, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam menyatakan:
1. Aksi Damai 4 November yang dilakukan oleh HMI adalah aksi yang dilakukan tanpa provokasi pihak manapun. Aksi tersebut adalah aksi nyata perjuangan umat Muslim untuk menyampaikan aspirasi. Oleh karena itu, ini merupakan pilihan HMI dalam bersikap sebagai gerakan independen.
2. Tidak ada hubungan antara Pidato mantan Presiden SBY dengan sikap aksi HMI, karena Pidato mantan Presiden SBY adalah hak pribadi, dan aksi HMI adalah hak berkelompok yang dijamin oleh konstitusi. Sikap aksi HMI terbebas dari kepentingan politik pragmatis dan provokasi pihak manapun.
3. HMI menghormati hak seseorang untuk melaporkan dugaan tindak pidana, namun sangat disesalkan terdapat kelompok yang secara sepihak mebawa nama alumni HMI. Pembawaan nama HMI ini perlu dipertanggungjawabkan karena secara nyata telah mencari keuntungan atas nama HMI.
4. Korps Alumni HMI (KAHMI) adalah wadah alumni HMI yg representatif untuk mewakili alumni HMI saat ini. Sedangkam Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi tidak dikenal dalam struktur organisasi KAHMI.
5. HMI tetap memperjuangkan agenda Aksi Damai 4 November termasuk mengutuk upaya-upaya penangkapan relawan aksi. HMI juga tidak mentolerir pihak manapun yang mencari keuntungan dengan membawa nama baik HMI dan alumni HMI.
Pernyataan sikap tersebut langsung ditandatangani oleh Ketua Umum PB HMI, Muhammad Fauzi dan Sekretaris Jenderal Endri Soemantri.
Sementara itu ditempat berbeda, mantan Ketua Umum HMI cabang Pekanbaru periode 2015-2016, Bustamin mengatakan sangat menyayangkan pelaporan yang mengatas namakan Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lintas Generasi tersebut.
"Saya selaku kader aktif sangat menyayangkan pelaporan itu, saya harapkan keluarga besar HMI terutama kader dapat menahan diri dan tidak terpancing dengan suasana," kata Bustamin ketika ditemui di Pekanbaru, Minggu (13/11/2016).
Ia menambahkan HMI harus tetap bersatu mengawal dan fokus pada kasus dugaan penistaan agama yg dilakukan oleh Ahok, dan aksi yang dilakukan 4 November kemarin adalah aksi nyata perjuangan umat muslim untuk menyampaikan aspirasinya.
Terlibatnya HMI dalam aksi 4 November itu, katanya melanjutkan, murni gerakan independen tanpa ada provokasi dari pihak manapun. (RB/habir)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…