Adi Sasono, Perginya Orang Berbahaya

Riau Book - Adi Sasono berpulang di hari Sabtu 13 Agustus 2016 sore, empat hari menjelang negeri ini merayakan ulang tahun kemerdekaannya. Lelaki asal Pekalongan ini wafat di usia 73 bersama gagasannya yang tak pernah ia tanggalkan sepanjang hidupnya: ekonomi kerakyatan — gagasan yang pernah menggelisahkan para konglomerat.

Hidup lelaki ini sungguh lengkap, takkan termuat dalam sehelai dua helai kertas tulisan. Jejaknya terentang di dunia pergerakan mahasiswa, LSM, koperasi, birokrasi, juga politik.

Ia mengawali jejaknya di pergerakan nirlaba dengan mendirikan Humaika (Himpunan Masyarakat Indonesia untuk Kemanusiaan) di tahun 1976. Lembaga ini ia dirikan bersama para istri pahlawan seperti almarhumah Ny. Ahmad Yani, Ny. Nani Yamin, Ny. Yos Sudarso dan Ny. Wahid Hasyim. Kegiatannya: menyantuni para narapidana dan tahanan politik yang dituduh terlibat PKI. Sebuah langkah kontroversial mengingat semasa mahasiswa, bekas Ketua Dewan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung 1965 ini dikenal sangat anti PKI.

Adi juga pernah menjadi Sekretaris Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, lalu menjadi Ketua Umum menggantikan BJ Habibie. Saat Orde Baru tumbang, tiba-tiba Adi masuk ke Golkar dan langsung menjadi salah seorang ketua. Tapi ia menolak ketika ditunjuk jadi juru kampanye partai menghadapi Pemilu 1999. Ia juga tidak pernah menghadiri rapat-rapat partai.

"Saya ke Golkar hanya untuk mengganjal tentara," katanya, suatu ketika. Dalam musyawarah nasional luar biasa Golkar, Juli 1998, Jenderal Purnawirawan Edi Sudradjat memang bersaing dengan Akbar Tanjung memperebutkan kursi ketua umum.

Nah, ketika Habibie naik ke tampuk kepresidenan, Adi Sasono pun masuk ke pemerintahan sebagai Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil dan Menengah.

Dalam jabatannya yang mentereng itu, Adi Sasono kemudian memperlihatkan sepak terjang yang menggiriskan sebagai pengemban fanatik faham ekonomi kerakyatan. Baru beberapa hari dilantik, ia langsung meminta dana Rp23 triliun untuk pengembangan koperasi dan usaha kecil. Permintaan Adi ditentang oleh Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri, Ginandjar Kartasasmita, yang kemudian menimbulkan isu adanya friksi di kabinet.

Akhirnya, pemerintah menyetujui dana Rp 10,8 triliun untuk kredit bersubsidi bunga untuk usaha kecil, menengah dan koperasi.

Ia juga menggantikan jaringan distribusi bahan pokok yang telah mapan — para konglomerat keturunan Cina -- dengan jaringan koperasi. Yang paling menjadi perhatian adalah gagasan Adi Sasono soal redistribusi aset konglomerat bermasalah.

"Kita tidak akan membiarkan sebuah negeri, di mana ada orang yang diberi hak penguasaan hutan (HPH) untuk 3,6 juta hektar, atau seluas kerajaan Inggris Raya, ketika orang Dayak yang mencuri kayu ditangkap karena dituduh menjadi penebang liar," katanya.

Gagasannya yang radikal ini, kontan menyulut kontroversi baru. Majalah terbitan Hongkong, Far Eastern Economic Review edisi 3 Desember 1998, menerakan label "Indonesia's most dangerous man" — manusia paling berbahaya — kepada Adi Sasono.

Ia juga dituduh sebagai pejabat anti-konglomerat, sekaligus anti-Cina. Majalah itu menyebut kebijakan Adi Sasono akan menakutkan investor dan secara politik akan meningkatkan sentimen rasial dan agama.

Pendeknya, ia dilukiskan sebagai sosok yang menyeramkan.

Belum tuntas benar misi Adi Sasono ketika Habibie gagal memperpanjang kekuasaannya. Habibie surut langkah, surut pula Adi dari kabinet. Ia kembali ke habitatnya yang lama, dunia LSM.

Pada bulan Desember 1999, bersama para bekas menteri seperti Harmoko, Syarwan Hamid, Ryaas Rasyid, Tuti Alawiyah, dan Soleh Solahuddin, ia membentuk Perhimpunan Indonesia Bangkit yang berkantor di kawasan Menteng, Jakarta.

Di LSM, Adi toh tak lepas dari isu. Dalam sebuah rapat kabinet, Badan Intelijen Negara menyebut nama Adi Sasono, di samping Wiranto, Eros Jarot dan Fuad Bawazier, sebagai biang penggerak demonstrasi mahasiswa menentang kenaikan harga bahan bakar, tarif listrik dan telepon. Kendati mengaku tidak terganggu, Adi tentu saja membantah.

"Saya sudah tanya Kepala BIN. Tapi beliau merasa tidak pernah mengucapkan tuduhan (kepada saya) itu," kata Adi.

Begitulah. Sepekan sebelum Pemilihan Umum 1999, tiba-tiba wajahnya terpampang sehalaman penuh di Harian Kompas. Iklan bertarif seratus juta itu menampilkan Adi yang berpeci, berjas dan dasi, dengan senyum dan lambaian tangan kanan. "Adi Sasono: Bapak Rakyat, Presidenku" tercetak besar-besar, disertai ajakan memilih Partai Daulat Rakyat. Iklan itu, sekaligus menandai berpalingnya Adi Sasono dari Golkar. Tapi PDR ternyata gagal di Pemilu 1999. Partai ini hanya meraih satu kursi di DPR.

Adi Sasono kemudian memilih jalan sendiri. Kali ini lebih tegas: ia mendirikan partai baru, Partai Merdeka. Pengurus partainya dari kalangan orang-orang muda lembaga swadaya masyarakat, koperasi, pengusaha dan para aktivis mahasiswa pada zamannya. Modal awal hanya untuk sewa kantor, sebuah bangunan ruko empat lantai tanpa lift di Jalan Majapahit, Jakarta. Selebihnya adalah anggota sebesar tujuh ribu rupiah setiap tahun. "Bisa dibilang ini partai dengan politik retail," katanya

Praktis, jualan partai di ajang pemilihan umum hanya figur Adi Sasono dan dagangan lama yang sudah puluhan tahun diusungnya: ekonomi kerakyatan. "Tidak bisa lagi hidup dengan kata-kata," katanya.

Dan seperti kita tahu, partai ini gagal. Adi Sasono pun tak berhasil menggapai cita-cita besarnya mewujudkan gagasan ekonomi kerakyatan yang menakutkan para pengusaha besar itu. (RB/habir)

Selamat jalan Adi Sasono.

Jakarta, 14 Agustus 2013

(dikutip dari tulisan Bang Tomi Lebang : https://m.facebook.com/photo.php?fbid=10208320563346343&id=1072002562&set=a.1186821505328.29773.1072002562&source=57)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Partai Politik Sibuk Berhias Diri!

Riau Book- Keberadaan Negara demokrasi, seperti Indonesia ini tentu tidak akan pernah hilang akan kehadiran partai politik. Secara Teoritis…

Foto

Partai Golkar !

Riau Book - Bendera-bendera kuning berkibar-kibar di pinggiran jembatan layang Kuningan, Senayan, Pancoran, dan sejumlah tempat di ibukota hari-hari ini.…

Foto

Permudah Remisi Koruptor, Pemerintah Bunuh Keadilan

Riau Book- Korupsi dalam bahasa latin corruption dari kata kerja corrumpare artinya busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, menyogok. Dari sudut…

Foto

Inilah Foto-foto Ketika Chevron Diduga Cemari Riau dengan Minyak

Riau Book - Caltex dan kini Chevron Pasific Indonesia (CPI) Aktif di Indonesia selama 90 tahun dan menjadi perusahaan sebagai…

Foto

Ketahanan Pangan Terancam, Kedaulatan Pangan Hanya Menjadi Angan

Riau Book- Indonesia sejak dulu dikenal sebagai negara Agraris. Tipikal masyarakatnya yang hampir sebagian besar bekerja sebagai petani untuk…

Foto

Layakkah "Full Day School" diterapkan?

Riau Book- Pendidikan merupakan hal terpenting yang harus dimiliki seorang anak dan menjadi sebuah kewajiban bagi orang tua, guru, masyarakat…

Foto

Full Day School Tidak Pantas!

Riau Book- Di setiap Negara memiliki konsep tersendiri mengenai pendidikannya, mulai dari tujuan, kurikulum pendidikan, bahkan sampai sarana dan…

Foto

DBH Turun, Harus Ada Solusi untuk Pendapatan Daerah

Riau Book- Dana Bagi Hasil ( DBH ) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan…

Foto

Diantara 59 Tahun Riau Berdiri dan Suku Pedalaman Riau

Riau Book- Tepat pada tanggal 9 Agustus 2016, Riau menginjak usianya yang ke- 59 Tahun. Sederet persiapan disetiap daerah di…

Foto

Pokemon Ini Membuat Gamers Menjadi Lupa Diri

Riau Book- Akhir-akhir ini dunia dimarakan dengan permain Pokemon Go termasuk di Indonesia salah satunya, hal ini seharusnya menjadi perhatian…

Foto

Kawal Reklamasi

Riau Book- Pasca reshuffle kabinet kerja, banyak pendapat yang beranggapan bahwa pergantian pengurus yang dilakukan merupakan besar dari pengaruh politik…

Foto

Seharusnya Gubri Tegas!

Riau Book- Rendahnya Realisasi penggunaan APBD Provinsi Riau oleh Pemerintah provinsi Riau menjadi sorotan publik, Satuan Kerja Perangkat Daerah (…

Foto

Mereformasi Lembaga Politik dan Ekonomi

Riau Book- Di era terbuka saat ini dengan digaungkannya semangat konsolidasi demokrasi menguatnya fungi parlemen dalam sistem pemerintahan Indonesia adalah…

Foto

Jokowi Bermain Aman

Riau Book-Reshuffle kabinet banyak menuai tanggapan oleh rakyat Indonesia, tuntutan untuk di segerakan adanya reshuffle kabinet menuai sambutan hangat…

Foto

Kohati HMI Badko Riau-Kepri Sesalkan Keputusan SP3 15 Perusahaan

Riau Book- Pasca empat bulan dilantiknya Supriyanto sebagai Kapolda Riau, sungguh menjadi sebuah ironi bagaimana proses "ajaibnya" sehingga dikeluarkan kebijakan…

Foto

Mengkaji (Budaya) Perjalanan

Riau Book - Beberapa waktu lalu, di waktu senggang, saya iseng mencari penelitian-penelitian tentang backpacking di Indonesia. Hasilnya mengejutkan. Saya…

Foto

Hari Anak Nasional, BEM Unri: Lindungi dan Penuhi Hak-hak Anak

Riau Book- Anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dilindungi. Ke depan, anak-anak Indonesia diharapkan dapat terpenuhi segala…

Foto

Keluarkan Pernyataan Sikap, BEM Unri: "Jokowi Harus Copot Kapolda Riau"

PERNYATAAN SIKAP BEM UNIVERSITAS RIAU"Menagih Janji Jokowi & Copot Kapolda Riau"Assalammulaikum Wr. WbHidup Mahasiswa!!! Hidup Rakyat Indonesia!!!Riaubook- Hari ini Wakil…

Foto

Banyak Terjadi Musibah Longsor di Inhil, Bupati Wardan Harus Cari Solusi

Riau Book - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, harus mencari solusi mengatasi kejadian longsor dan selalu menyebabkan kerugian…

Foto

Dosa-dosa Kemerdekaan

Riau Book - Sekitar 21 tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, tapatnya tahun 1924, telah berdiri sebuah perusahaan minyak raksasa, Caltex…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan